Itu adalah penerbangan fatal pertama bagi Jeju Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang didirikan pada tahun 2005 yang hanya berada di bawah Korean Air Lines dan Asiana Airlines dalam hal jumlah penumpang di Korea Selatan.
Kim mengatakan perusahaan belum mengidentifikasi adanya masalah mekanis pada pesawat setelah pemeriksaan rutin dan bahwa ia akan menunggu hasil investigasi pemerintah terkait penyebab kecelakaan.

Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa pihaknya telah menghubungi Jeju Air dan siap mendukung perusahaan tersebut dalam menangani kecelakaan tersebut. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, dan pikiran kami tetap bersama para penumpang dan awak,” kata Boeing.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








