SN – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Minggu (23/02/2025) menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan jabatan presiden jika hal itu dapat mencapai perdamaian abadi bagi Ukraina di bawah payung keamanan aliansi militer NATO.
Dalam sebuah forum di Kyiv, Zelenskyy mengatakan, “Jika untuk mencapai perdamaian, Anda benar-benar membutuhkan saya untuk menyerahkan jabatan saya, saya siap.” Ia juga menegaskan bahwa ia dapat menukar jabatannya dengan keanggotaan NATO.
Komentar Zelenskyy tersebut tampaknya ditujukan pada saran terbaru dari Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa pemilu harus diadakan di Ukraina meskipun undang-undang Ukraina melarangnya selama darurat militer.
Sementara itu, Rusia meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke Ukraina, menewaskan satu orang di kota Kryvyi Rih. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengatakan bahwa serangan tersebut menunjukkan bahwa Rusia adalah agresor dan tidak dapat dipercaya.
Dalam forum yang sama, kepala staf Zelenskyy, Andrii Yermak, mengatakan bahwa pemerintah Ukraina sedang mempertimbangkan peluang investasi dengan AS dan negara-negara Eropa, termasuk kesepakatan yang akan memungkinkan AS untuk mengakses mineral tanah jarang Ukraina.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









