SN – Pemerintah Israel mengumumkan pada Minggu (02/03/2025) pagi bahwa mereka mendukung usulan untuk memperpanjang fase pertama gencatan senjata di Gaza hingga Ramadan dan Paskah, meskipun Hamas bersikeras untuk segera merundingkan fase kedua gencatan senjata.
Pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu dikeluarkan beberapa menit setelah berakhirnya fase pertama gencatan senjata, saat pembicaraan dimulai untuk memulai fase kedua yang bertujuan mengakhiri perang dan membawa pulang semua sandera yang masih hidup di Gaza.
Dalam pernyataan tersebut, Israel memberikan perincian lebih lanjut mengenai usulan yang dikatakan berasal dari Amerika Serikat, yaitu memperpanjang gencatan senjata hingga Paskah pada 20 April. Pada hari pertama perpanjangan tersebut, setengah dari sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, akan dibebaskan. Sisanya akan dibebaskan jika kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen tercapai.
Pernyataan itu juga mengungkapkan bahwa usulan tersebut diajukan setelah utusan AS, Steve Witkoff, memperoleh “kesan bahwa saat ini tidak ada kemungkinan untuk menjembatani posisi kedua pihak guna mengakhiri perang, dan bahwa lebih banyak waktu diperlukan untuk perundingan gencatan senjata permanen.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








