Hamas sebelumnya menolak usulan Israel untuk memperpanjang fase pertama gencatan senjata selama 42 hari, yang berarti menggandakan durasinya. Mereka menyatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata yang sudah ada, menurut seorang anggota Hamas yang berbicara secara anonim terkait negosiasi tersebut.
Pejabat dari Israel, Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat telah terlibat dalam perundingan untuk memulai fase kedua gencatan senjata di Kairo. Namun, Basem Naim, anggota biro politik Hamas, mengatakan bahwa “tidak ada kemajuan” sebelum negosiator Israel kembali pada Jumat lalu. Hamas tidak hadir langsung dalam pembicaraan, namun posisinya telah diwakili melalui mediator dari Mesir dan Qatar.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, pertempuran tidak boleh dilanjutkan saat negosiasi tahap kedua sedang berlangsung. Pernyataan terbaru dari Israel menyebutkan bahwa mereka dapat melanjutkan pertempuran “jika mereka merasa bahwa negosiasi tidak efektif,” dan menyoroti penolakan Hamas terhadap usulan perpanjangan tahap pertama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








