Pada hari Kamis, Rusia menyerang Ukraina dengan 31 pesawat tanpa awak yang meledak. Dua puluh pesawat ditembak jatuh dan 11 lainnya tidak mencapai sasaran karena gangguan, kata angkatan udara Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam pada hari Kamis bahwa Rusia dapat kembali menyerang Ukraina dengan rudal balistik hipersonik Oreshnik baru yang pertama kali digunakan dalam serangan pada tanggal 21 November di kota Dnipro, Ukraina.
Berbicara kepada wartawan, Putin mengatakan Rusia hanya memiliki beberapa rudal Oreshnik, tetapi menambahkan bahwa Rusia tidak akan ragu untuk menggunakannya di Ukraina.
“Kami tidak terburu-buru menggunakannya, karena senjata itu adalah senjata ampuh yang ditujukan untuk tugas tertentu,” katanya. “Namun, kami tidak akan mengesampingkan penggunaannya hari ini atau besok jika diperlukan.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









