APOPO sendiri telah melatih tikus untuk mendeteksi ranjau darat selama lebih dari 25 tahun. Untuk Ronin, ia dilatih menggunakan teknik pelatihan clicker, di mana tikus belajar menghubungkan suara klik dengan hadiah berupa camilan untuk memotivasi mereka mencium bahan peledak.
Baca Juga : Serangan Udara Israel ke Sekolah di Gaza Tewaskan Lebih dari 100 Orang
Tikus ini dilatih untuk bekerja secara sistematis dalam pola kisi dan untuk menandai ranjau darat dengan menggali tanah. Setiap hari, mereka bekerja selama sekitar 30 menit.
Ketika tikus-tikus ini mencapai usia tertentu, mereka dipensiunkan dan dipindahkan ke komunitas pensiunan, tetapi tetap dalam perawatan APOPO. Magawa, pemegang rekor sebelumnya, pensiun pada tahun 2021 dan mati pada tahun 2022.
Masalah ranjau darat dan amunisi yang belum meledak menjadi persoalan besar di Kamboja, di mana konflik berkepanjangan selama puluhan tahun lalu meninggalkan sekitar enam juta amunisi yang belum meledak di tanah. Menurut laporan Landmine Monitor 2024, sejak 1979, ranjau darat tersebut telah menyebabkan sekitar 20.000 kematian dan 45.000 cedera di negara tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









