Reaksi Tiongkok dan Strategi Balasan
Tiongkok menanggapi kebijakan tarif AS dengan menyebutnya sebagai kesalahan berulang dan menegaskan bahwa tindakan Washington mencerminkan kecenderungan unilateralisme, proteksionisme, serta penggunaan tekanan ekonomi secara sepihak.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 9 April 2025 kemarin, Pemerintah Tiongkok mengutuk penambahan tarif sebesar 50% oleh AS, yang menyusul kebijakan timbal balik sebelumnya pada tingkat 34%.
Langkah strategis lain yang diambil oleh Tiongkok adalah memasukkan 11 perusahaan asal AS ke dalam daftar entitas yang dianggap “tidak dapat diandalkan.” Daftar ini secara efektif membatasi perusahaan-perusahaan tersebut, seperti American Photonics dan SYNEXXUS—yang memiliki hubungan dengan militer AS—dalam mengakses produk-produk Tiongkok dengan potensi penggunaan ganda (dual-use technologies).
Baca Juga : Amerika Umumkan Penangguhan Sebagian Besar Tarif Baru Selama 90 Hari
Pemerintah Tiongkok juga mengindikasikan bahwa saat ini belum terdapat minat untuk melakukan negosiasi baru dengan Washington. Dalam pernyataan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, disampaikan bahwa negosiasi hanya dapat dilakukan jika Amerika Serikat menunjukkan sikap yang setara, saling menghormati, dan berorientasi pada manfaat bersama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









