Tiongkok Umumkan Peningkatan Tarif Atas Produk AS Sebesar 84%

produk

Struktur Ekonomi dan Strategi Diversifikasi Tiongkok

Menurut data dari Center for Economic Policy Research, Tiongkok saat ini menyumbang sekitar 35% dari output manufaktur global, jauh di atas Amerika Serikat yang hanya mencapai 12%. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS, Beijing telah memperluas ekspor ke negara-negara berkembang.

Laporan dari Onyx Strategic Insights menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Tiongkok secara aktif memperkuat ketahanan ekonominya dari kemungkinan tekanan eksternal, terutama melalui upaya nasionalisasi rantai pasok dan diversifikasi pasar ekspor.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Scott Lincicome, analis perdagangan dari libertarian Cato Institute, menjelaskan bahwa Tiongkok tampaknya siap menanggung konsekuensi jangka pendek dari perang dagang ini dengan keyakinan bahwa mereka memiliki ketahanan yang lebih besar dibandingkan Amerika Serikat.

Tiongkok merupakan mitra dagang utama ketiga bagi Amerika Serikat pada tahun 2023, setelah Kanada dan Meksiko. Berdasarkan data dari US-China Business Council, nilai ekspor AS ke Tiongkok mencapai sekitar $145 miliar, dengan komoditas utama berupa biji minyak, biji-bijian, serta minyak dan gas.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Amerika Gagal, PPB Setujui Resolusi Ukraina
  • Bagikan