Hamas merespons pada hari Kamis dengan mengatakan bahwa ancaman Trump telah “mendorong” Israel untuk mengabaikan ketentuan gencatan senjata. Juru bicara Hamas, Hazem Qasim, mengatakan bahwa ancaman tersebut menghambat upaya perdamaian dan mendorong Israel untuk menghindari pelaksanaan ketentuan gencatan senjata.
Baca Juga : Depertemen Kehakiman AS Selidiki Antisemitisme Di Universitas
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengeluarkan pernyataan keras, berjanji untuk “membuka gerbang Neraka” jika Hamas tidak mengembalikan semua sandera yang mereka tahan.
Pernyataan Trump ini muncul setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pejabat AS telah terlibat dalam pembicaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Hamas, yang sebelumnya dihindari oleh kebijakan AS yang melarang keterlibatan langsung dengan kelompok teroris. Pembicaraan ini berlangsung di ibu kota Qatar, Doha, di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Trump telah memberi wewenang kepada utusannya untuk “berbicara dengan siapa pun” demi kepentingan rakyat Amerika. Ia juga menambahkan bahwa Israel telah dilibatkan dalam konsultasi terkait keterlibatan langsung dengan Hamas, mengingat “nyawa Amerika dipertaruhkan.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








