Meskipun sebelumnya jarang mengkritik Putin, Trump kini juga menyinggung soal kredibilitas Zelenskyy, yang menurutnya terlibat dalam memicu perang dengan invasi Rusia pada tahun sebelumnya. Trump bahkan mengusulkan agar Ukraina mengadakan pemilu, meskipun menurut konstitusi Ukraina hal itu tidak mungkin dilakukan selama darurat militer.
Baca Juga : Thailand Selidiki Tragedi Konstruksi Gedung Pencakar Langit
Pada penerbangannya kembali ke Washington pada hari Minggu malam, Trump kembali mengkritik Putin, meskipun ia melunak sedikit dalam nada ucapannya. “Saya rasa dia tidak akan melanggar janjinya,” ujarnya. “Saya sudah mengenalnya lama dan kami selalu akur.”
Ketika ditanya soal batas waktu untuk gencatan senjata, Trump menyebutkan adanya “batas waktu psikologis” dalam proses negosiasi. “Jika saya merasa mereka hanya memanfaatkan kita, saya tidak akan senang dengan itu,” tambahnya.
Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Putin tetap terbuka untuk berdialog dengan Trump, meskipun saat ini belum ada panggilan telepon yang dijadwalkan. Peskov juga menyatakan bahwa Rusia akan terus bekerja sama dengan AS untuk membangun hubungan bilateral yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









