Venezuela Bebaskan 6 Tahanan Asal AS

Venezuela
Foto yang dirilis oleh kantor pers kepresidenan Venezuela ini memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kanan, berjabat tangan dengan Richard Grenell, utusan khusus Presiden Donald Trump, di Caracas, Venezuela, 31 Januari 2025

Trump menambahkan bahwa Grenell “bertemu dengan banyak orang yang berbeda, tetapi kami mewakili rakyat Venezuela.”

Beberapa anggota Partai Republik mengkritik kunjungan tersebut.

“Ini waktu yang buruk,” kata Elliott Abrams, yang menjabat sebagai utusan khusus untuk Venezuela dan Iran selama pemerintahan Trump pertama. “Pertemuan dengan Maduro akan digunakannya untuk melegitimasi kekuasaannya dan menunjukkan bahwa Amerika mengakuinya sebagai presiden. Jika tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan yang keras tentang masalah migrasi, presiden bisa saja melakukannya sendiri. Tidak perlu mengirim seseorang ke Caracas.”

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perselisihan mengenai hasil pemilu memicu protes di seluruh negeri. Lebih dari 2.200 orang ditangkap selama dan setelah demonstrasi.

Di antara mereka yang ditahan terdapat sebanyak 10 warga Amerika yang oleh pemerintah dikaitkan dengan dugaan rencana untuk mengacaukan negara. Baik Gedung Putih maupun pemerintah Maduro tidak segera merilis nama keenam orang yang dibebaskan pada hari Jumat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Serangan Udara Israel Menewaskan 16 Orang di Suriah Barat
  • Bagikan