Karawang, SNC - Di tengah tensi geopolitik global, Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah berani Indonesia mengejar swasembada energi dalam 5–7 tahun. Saat meresmikan groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik konsorsium ANTAM‑IBC‑CBL di Artha Industrial Hills, Karawang, beliau menggarisbawahi sinergi tenaga surya + baterai sebagai kunci kemandirian energi nasional.
“Hari ini laporannya menghasilkan 15 gigawatt. Untuk benar‑benar mandiri kita perlu 100 gigawatt. Berarti proyek ini harus dilipatgandakan, dan saya percaya kita mampu,” ujar Presiden.
Produksi sel baterai fase‑1 sebesar 6,9 GWh akan ditingkatkan menjadi 15 GWh sebelum 2027. Namun, kalkulasi pakar menunjukkan kebutuhan 100 GWh baterai untuk menyangga jaringan PLTS 100 GW yang dikonsep pemerintah.
Prabowo menyebut kolaborasi dengan CATL‑Brunp‑Lygend dari Tiongkok sebagai contoh kerja sama “setara dan saling menguntungkan” di kawasan Asia yang relatif damai — syarat mutlak bagi penciptaan kemakmuran jangka panjang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








