“Sekolah Rakyat adalah ikhtiar negara yang strategis. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas pendampingan, ketepatan lokasi, dan sinergi dengan layanan sosial lain,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja lintas sektor antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPAI, pemerintah daerah, serta pihak sekolah. Menurut Atalia, sekolah seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai lingkungan aman yang mampu mendeteksi secara dini tanda-tanda tekanan psikologis pada anak.
“Pendekatan psikososial perlu diperkuat. Sekolah harus menjadi tempat yang peka terhadap distress anak, sehingga pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi tragedi,” ujarnya.
Atalia menegaskan bahwa kehadiran negara tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, diperlukan kepekaan sosial, pendampingan berkelanjutan, dan keberpihakan nyata terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









