Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk mendukung keberhasilan program ini. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibentuk untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar ke sekolah, posyandu, dan fasilitas layanan lainnya.
Dampak Kesehatan dan Pendidikan
Program MBG dirancang untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia, termasuk stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan besar. Dengan menyediakan makanan bergizi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG), pemerintah berharap dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung prestasi siswa di sekolah.
“Program ini tidak hanya meningkatkan akses gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal,” ujar Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Peran Ekonomi Lokal
Dalam pelaksanaannya, MBG melibatkan UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasok makanan. Langkah ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Koordinator SPPG akan mengawasi distribusi makanan untuk 3.000-4.000 penerima manfaat per titik layanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









