Way Kambas: Bara Tersembunyi Jadi Tantangan
Penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, melibatkan BPBD Kabupaten Lampung Timur, pengelola taman nasional, tim BNPB, TNI, Polri, mitra terkait, dan masyarakat.
Berdasarkan kronologi dalam materi konferensi pers BNPB, api mulai terdeteksi pada 22 September 2026 di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Bungur. Helikopter water bombing mulai dikerahkan pada 25 September.
Dalam perkembangan berikutnya, pada 22 Oktober tercatat 11 hektare lahan terbakar, dengan lima hektare di antaranya belum padam. Hingga 24 Oktober pukul 06.44, pemantauan mencatat 34 titik dengan 16 hektare masih belum padam.
Perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan berulang, khususnya untuk memastikan titik api yang terlihat di permukaan tidak menyisakan bara yang dapat kembali menyala.
Kawasan dengan lahan gambut menghadirkan tantangan tersendiri karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan sulit dikenali hanya melalui pengamatan visual. Karena itu, tim menggunakan drone termal dan pos pantau darat untuk membantu mendeteksi titik panas yang tersembunyi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








