Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York pada September 2025, Presiden Prabowo Subianto dengan bangga menyampaikan bahwa Indonesia kini memasuki era baru kemandirian pangan. Cadangan beras sebesar 4 juta ton merupakan pencapaian bersejarah yang diakui negara-negara anggota PBB sebagai langkah besar dalam ketahanan pangan global.
Capaian itu semakin relevan ketika Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produksi beras nasional hingga Oktober 2025 yang mencapai 31,04 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada pada kisaran 27,3 juta ton. Dengan demikian, Indonesia menikmati surplus sekitar 3,7 juta ton, sebuah angka yang menunjukkan bahwa pasokan dalam negeri sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Dengan kondisi tersebut, Fraksi NasDem mempertanyakan alasan masuknya beras impor ke Sabang. “Kebutuhan beras di Sabang mestinya dapat dipenuhi dari stok nasional yang melimpah. Mengapa harus bergantung pada impor ketika negara kita punya surplus beras yang begitu besar?” ujar Viktor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









