Bagi NasDem, kedaulatan pangan tidak hanya soal stok yang melimpah, tetapi juga kemampuan pemerintah menjaga konsistensi kebijakan dari pusat hingga ke daerah. Ketika kebijakan impor dilakukan tanpa alasan kuat, hal itu dapat mencederai citra Indonesia sebagai negara yang kini berdiri tegak dalam kemandirian pangan.
“Kami berharap peristiwa ini tidak terulang demi menjaga kehormatan dan kewibawaan negara yang kita cintai. Salam restorasi!” tutup Viktor.
Kasus impor 250 ton beras ke Sabang menjadi pengingat bahwa kedaulatan pangan bukan hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga oleh sinkronisasi kebijakan, koordinasi antarlembaga, dan ketegasan pemerintah dalam menjaga visi nasional.
Indonesia telah memasuki babak baru kemandirian pangan; langkah-langkah kecil yang kontraproduktif tidak boleh dibiarkan mengganggu narasi besar tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









