Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyinggung dimensi moral dari kebijakan pangan. Ia mengenang pengalamannya saat bertugas dan berlatih di desa-desa, ketika para petani dengan segala keterbatasan tetap menunjukkan kepedulian dan loyalitas kepada negara.
“Para petani adalah yang paling setia, paling loyal, dan paling merah putih di Republik Indonesia ini,” tutur Presiden. Pernyataan tersebut menjadi landasan etis bagi kebijakan pangan yang menempatkan petani dan nelayan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek bantuan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Wakil Gubernur NTT, Bupati Kupang, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani, benih padi dan jagung, serta sarana produksi pertanian dengan total nilai Rp3,78 miliar. Selain itu, diberikan pula penghargaan kepada 13 pemenang lomba foto swasembada pangan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi publik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, Danrem 161/Wirasakti, Danlanud, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, para penyuluh, serta perwakilan kelompok tani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









