Sewindu SMSI : Disrupsi Teknologi

disrupsi

Mereka yang dapat beradaptasi masih bisa bertahan, meskipun dengan imbalan kesejahteraan yang lebih rendah, mengingat iklan tidak lagi mengalir seperti sebelumnya.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, termasuk di Tiongkok, yang mana media di sana mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Dengan kondisi pers yang semakin kacau akibat disrupsi, para tenaga kerja media secara alami beralih ke platform digital/siber yang lebih mudah diakses, meskipun pola bisnisnya belum jelas.

Dengan demikian, SMSI lahir sebagai hasil dari perubahan era 4.0, sebagai hasil dari dialektika antara media lama dan baru. SMSI muncul di tengah disrupsi yang sedang terjadi.

SMSI menjadi alternatif baru dalam dunia media, bahkan turut berperan aktif dalam perkembangan tersebut.

Pada hari ini, Jumat, 7 Maret 2025, SMSI merayakan ulang tahunnya yang ke-8. Organisasi pers yang kini memiliki sekitar 2.700 anggota pengusaha media siber semakin solid dan semakin kuat di tengah persaingan dunia media.

  • Bagikan
Exit mobile version