Fasilitas tersebut meliputi laboratorium lapangan, laboratorium reproduksi ternak, laboratorium pengujian kualitas daging, hingga laboratorium kimia pakan.
Selain itu, FPKP Undana saat ini juga tengah mengembangkan program perbaikan genetika sapi lokal melalui teknologi inseminasi buatan (IB).
“Kami terus mendorong inovasi peningkatan kualitas genetika sapi lokal. Melalui program inseminasi buatan, kami berharap produktivitas dan kualitas sapi potong NTT dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” jelas Dr. Franchy.
Di sisi lain, Bappenas menyambut positif inisiatif yang dibangun oleh Undana.
Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, memberikan apresiasi atas komitmen kampus dalam menjaga keberlanjutan program yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Meski demikian, Bappenas mengakui bahwa pada tahun anggaran 2026 belum tersedia alokasi pendanaan khusus untuk program tersebut akibat adanya kebijakan efisiensi dan penyesuaian prioritas pembangunan nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









