Tema besar “Indonesia Emas” yang diusung dalam Munas ini menggarisbawahi urgensi pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan menuju tahun 2045. Dalam konteks tersebut, wakil kepala daerah diposisikan sebagai agen perubahan di tingkat lokal yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan nasional, serta menjadi katalisator dalam proses transformasi sosial, ekonomi, dan pemerintahan.
Aurum menekankan bahwa untuk membangun kepemimpinan yang transformatif, dibutuhkan ruang-ruang pertukaran gagasan yang sistematis dan berbasis pada evaluasi kritis terhadap praktik-praktik kepemimpinan yang selama ini berjalan. “Proses kepemimpinan yang berintegritas dan berdaya saing dibentuk melalui forum-forum strategis seperti ini. Di sinilah kita belajar, berdialog, dan menyusun langkah nyata untuk membawa perubahan,” ungkapnya.
Sebagai salah satu kepala daerah termuda di Indonesia, Aurum menyampaikan harapannya agar hasil Munas I AWKADI dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang konkret serta kolaborasi lintas daerah yang lebih erat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus berpijak pada prinsip keadilan, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








