“Ini bukan hanya angka, ini tonggak sejarah. NTT berdiri di garis depan untuk menyukseskan agenda besar pemberdayaan ekonomi nasional dari desa,” ujar Melki.
Menurut Melki, percepatan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan sosialisasi masif, fasilitasi akta notaris gratis, dan pelatihan manajemen koperasi sejak awal tahun 2025.
Namun, ia juga mengakui adanya tantangan yang signifikan, antara lain:
- Rendahnya kapasitas sumber daya manusia koperasi
- Minimnya infrastruktur fisik dan digital
- Terbatasnya dukungan pembiayaan dan akses pasar
Koperasi Desa sebagai Garda Depan Pangan dan Distribusi
Zulhas menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukanlah lembaga simpan pinjam biasa. Ia disiapkan menjadi badan usaha produktif untuk mengintervensi distribusi pangan, pupuk, elpiji, hingga kebutuhan pokok.
“Indonesia harus tumbuh dari desa. Rakyat harus diberdayakan, dan Kopdes adalah alatnya,” tegas Zulhas.
Ia menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, seluruh kebijakan pangan diarahkan pada swasembada dan kemandirian lokal, bukan ketergantungan pada impor dan dominasi pasar besar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









