Ia menjelaskan, tim voli yang bertanding dalam turnamen tersebut merupakan gabungan siswa kelas X dan XI, dengan jumlah pemain sebanyak 10 orang. Untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi itu, para pemain menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan.
Latihan dilakukan secara disiplin setiap sore di sekolah. Yonatan mengungkapkan, sebelum memutuskan mengikuti turnamen, tim terlebih dahulu mempersiapkan kondisi fisik secara serius karena menyadari sekolah-sekolah lain tentu datang dengan persiapan matang.
“Kami berpikir setiap tim yang ikut pasti mempersiapkan diri dengan baik. Karena itu anak-anak juga rutin latihan fisik setiap sore di sekolah,” katanya.
Meski memiliki semangat besar, perjalanan tim tidak lepas dari berbagai keterbatasan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi ialah minimnya sarana dan prasarana olahraga, terutama lapangan latihan.
Karena belum memiliki lapangan yang memadai, tim voli SMA Negeri Restorasi Fatuat harus meminjam lapangan SD GMIT Fatuat serta lapangan Kantor Desa Fatuat sebagai tempat latihan rutin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









