Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bermanfaat Walau Tak Beraturan

Kontributor : Kainan Punuf Editor: Redaksi
IMG20260430181848
oppo_0

Bermanfaat Walau Tak Beraturan

Oleh : Kainan Punuf, S.Pd. (Kepala SMA Negeri Noebana – TTS)

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

TTS, SNC – Kita hidup dalam dunia yang memuja keteraturan. Rumah yang rapi dipandang sebagai cerminan pribadi yang tertib. Jalanan yang teratur membuat lalu lintas aman. Bahkan di ruang kelas, susunan bangku yang teratur menghadirkan kenyamanan belajar. Keteraturan seolah menjadi standar mutlak bagi sesuatu yang dianggap baik.

Tidak berlebihan jika keteraturan dianggap penting. Petani membutuhkan pola tanam dan pengairan yang teratur agar panennya berhasil. Polisi lalu lintas menegakkan aturan demi keselamatan pengguna jalan. Bahkan alam semesta pun berjalan dalam keteraturan yang menakjubkan, planet-planet bergerak mengikuti hukum gravitasi yang dijelaskan oleh Isaac Newton melalui “law of universal gravitation,” dan kemudian diperdalam oleh Albert Einstein lewat teori relativitas.

Namun, di balik semua itu, ada satu fakta menarik yang sering luput dari perhatian: tidak semua yang tidak teratur itu buruk. Dalam ilmu Fisika, kita mengenal dua jenis pemantulan cahaya, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (diffuse reflection).

Baca Juga :  Membaca Arah Ekonomi Politik Pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto
  • Bagikan