Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada hasil evaluasi awal. Nilai rata-rata peserta didik pada materi Besaran dan Vektor hanya mencapai 58, masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah.
Sebagai guru, saya meyakini bahwa peserta didik bukanlah sumber masalah. Yang perlu diubah adalah pendekatan pembelajarannya. Berangkat dari keyakinan tersebut, saya mencoba menerapkan strategi sederhana yang saya sebut sebagai strategi 3M, yaitu Mengalami, Memahami, dan Mengaplikasi.
Strategi ini berangkat dari prinsip pembelajaran konstruktivistik yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dengan kata lain, peserta didik perlu mengalami terlebih dahulu sebelum memahami konsep dan mengaplikasikannya.
Tahap pertama adalah Mengalami. Pada materi Gerak Lurus, saya tidak langsung menjelaskan rumus melalui presentasi di kelas. Sebaliknya, peserta didik diajak keluar ruangan untuk melakukan pengamatan sederhana di lingkungan sekolah. Mereka berjalan mengelilingi lapangan, mengukur jarak tempuh, mencatat waktu perjalanan, serta mendiskusikan hasil pengamatannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









