Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Membuat Fisika Dicintai Peserta Didik Melalui Strategi 3M

Kontributor : Nico Tanesi Editor: Redaksi
IMG 20260615 WA0049

Saat kegiatan berlangsung, banyak peserta didik terkejut ketika mengetahui bahwa seseorang dapat menempuh jarak tertentu tetapi memiliki perpindahan nol karena kembali ke titik awal. Konsep yang sebelumnya hanya menjadi definisi dalam buku pelajaran berubah menjadi pengalaman nyata yang mudah dipahami.

Tahap kedua adalah Memahami. Setelah peserta didik memperoleh pengalaman langsung, barulah konsep dan rumus diperkenalkan. Namun, rumus tidak disajikan sebagai sesuatu yang harus dihafal. Sebaliknya, rumus dibangun melalui cerita dan diskusi yang dekat dengan kehidupan mereka.

Sebagai contoh, ketika membahas GLBB, saya menggunakan ilustrasi sederhana tentang sebuah sepeda motor yang bergerak dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan tertentu dalam waktu tertentu. Dari cerita tersebut, peserta didik diajak menurunkan persamaan secara bertahap sehingga mereka memahami asal-usul rumus, bukan sekadar menghafalnya.

Tahap ketiga adalah Mengaplikasi. Keterbatasan laboratorium tidak menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan praktikum. Berbagai alat sederhana di sekitar sekolah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Telepon genggam digunakan untuk melakukan pengukuran sederhana melalui aplikasi pendukung pembelajaran sains. Kertas HVS dilipat menjadi pesawat kertas untuk mengamati gerak parabola. Berbagai percobaan sederhana tersebut membuat setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk mencoba, mengamati, dan menarik kesimpulan secara mandiri.

Baca Juga :  Pendidik Disorot: Kontributor Kemiskinan Di NTT?
  • Bagikan