Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi yaitu kemampuan memahami, menggunakan, dan menafsirkan informasi matematis dalam konteks nyata menjadi faktor kunci. Banyak murid belum terbiasa membaca soal secara mendalam, mengidentifikasi informasi penting, serta menerjemahkan cerita ke dalam model matematika.
Keterbatasan penguasaan bahasa Indonesia juga memengaruhi kemampuan mereka memahami maksud soal, sehingga proses penyelesaian menjadi terhambat sejak tahap awal.
Perspektif Teoretis: Dukungan dan Proses Membangun Makna
Menurut Lev Vygotsky, “what a child can do with assistance today, she will be able to do by herself tomorrow.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pembelajaran membutuhkan dukungan atau scaffolding agar murid mampu bergerak dari ketidakpahaman menuju kemandirian.
Dalam konteks memahami soal matematika berbasis teks, murid memerlukan pendampingan untuk menafsirkan bahasa soal, mengidentifikasi informasi penting, dan menghubungkannya dengan konsep yang telah dipelajari. Tanpa dukungan tersebut, kesenjangan pemahaman akan semakin lebar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









