Kepala sekolah harus berani mengambil keputusan, tetapi juga harus mau menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Guru harus disiplin, tetapi juga perlu didukung. Murid harus belajar, tetapi juga perlu dipahami. Orang tua harus dilibatkan, tetapi juga perlu didengarkan, karena pendidikan bukan pekerjaan satu orang, ia adalah kerja bersama.
Semua Kembali kepada Murid
Kini saya semakin memahami bahwa keputusan melarang guru membawa atau menggunakan HP di kelas bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya jauh lebih sederhana: saya ingin memastikan bahwa ketika guru berdiri di depan kelas, ada kesungguhan untuk mendidik.
Saya ingin guru hadir bukan hanya dengan tubuhnya, tetapi juga dengan pikirannya. Saya ingin guru datang ke kelas dengan persiapan. Saya ingin anak yang belum bisa membaca tidak merasa dirinya bodoh. Saya ingin murid yang tertinggal tetap mendapatkan kesempatan, dan saya ingin sekolah menjadi tempat di mana keterbatasan tidak digunakan sebagai alasan untuk menyerah, sebab anak-anak di daerah 3T tidak membutuhkan guru yang sempurna, mereka membutuhkan guru yang mau hadir, peduli, sabar, kreatif, dan tidak mudah menyerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








