Mengapa Saya Melarang Guru Membawa HP ke Dalam Kelas?

Kontributor : Ani Tunliu Editor: Redaksi
IMG 20260816 103405

Saya Tidak Ingin Guru Datang ke Kelas Tanpa Persiapan

Sebagai kepala sekolah, saya selalu menyampaikan kepada guru bahwa persiapan mengajar adalah senjata utama seorang guru.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Guru yang masuk ke kelas seharusnya sudah mengetahui apa yang akan diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, media apa yang akan digunakan, pertanyaan apa yang akan diberikan kepada murid, serta bagaimana mengetahui apakah murid sudah memahami pembelajaran.

Guru tidak boleh masuk kelas sambil bertanya kepada dirinya sendiri, “Hari ini saya mau mengajar apa?” Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi di baliknya ada persoalan profesionalisme.

Guru bukan sekadar orang yang menyampaikan materi. Guru adalah perancang pengalaman belajar. Karena itu, sebelum masuk kelas, guru perlu memikirkan kebutuhan murid, tujuan pembelajaran, metode, media, aktivitas, hingga cara mengevaluasi hasil belajar. Dari sinilah saya kemudian membangun budaya persiapan di sekolah.

Saya mendorong guru untuk menyiapkan modul atau perencanaan pembelajaran, bahan bacaan, media sederhana, lembar kerja, serta asesmen sesuai kebutuhan murid. Tidak semuanya harus mahal, yang terpenting adalah ada tujuan, ada persiapan, dan ada kesungguhan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Prodi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Soe Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK
  • Bagikan