Perubahannya tidak hanya terlihat dari hasil pekerjaan. Selama proses pembelajaran, ia mulai lebih percaya diri, lebih mampu mengikuti penjelasan, dan lebih berkonsentrasi. Apa yang sebelumnya terlihat sebagai masalah “tidak fokus” perlahan berkurang setelah hambatan belajarnya ditangani.
Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa pemahaman dan kepercayaan diri murid memiliki hubungan yang erat dengan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Ketika murid merasa mampu, ia lebih berani mencoba. Ketika ia mulai berhasil, kepercayaan dirinya tumbuh. Dan ketika kepercayaan dirinya tumbuh, keterlibatannya dalam pembelajaran pun dapat meningkat.
Asesmen Bukan Sekadar Angka
Dalam praktik pembelajaran, asesmen sering kali dipahami sebagai kegiatan untuk mendapatkan nilai. Padahal, bagi guru, asesmen juga dapat menjadi alat untuk membaca kebutuhan belajar murid. Asesmen sederhana dapat membantu guru mengetahui kemampuan awal, menemukan bagian materi yang belum dikuasai, dan menentukan langkah pembelajaran berikutnya. Tidak selalu diperlukan instrumen yang rumit.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








