Saya tidak lagi hanya bertanya, “Mengapa ia tidak fokus?”
Saya mulai bertanya: “Apa yang belum ia pahami?”
Pertanyaan tersebut menggeser perhatian saya dari perilaku menuju kebutuhan belajar.
Asesmen Sederhana untuk Menemukan Titik Kesulitan
Setelah menemukan adanya kemungkinan kesenjangan pemahaman, saya melakukan asesmen sederhana. Saya memberikan beberapa soal dasar yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari. Tujuannya bukan untuk memberikan nilai, melainkan mengetahui sejauh mana pemahaman awal murid tersebut. Hasilnya memperlihatkan bahwa dugaan saya benar.
Ia belum mampu menyelesaikan beberapa soal dasar yang sebenarnya menjadi fondasi untuk memahami materi berikutnya. Bagi saya, hasil asesmen tersebut bukan alasan untuk mengatakan bahwa murid itu tidak mampu. Justru hasil tersebut memberikan informasi penting tentang di mana proses pembelajaran perlu dimulai kembali. Saya kemudian mengajarkan materi dari konsep yang paling dasar.
Saya menggunakan bahasa yang lebih sederhana, memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan memastikan murid memahami satu konsep sebelum melanjutkan ke konsep berikutnya. Pendekatan ini saya lakukan secara bertahap.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








