Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tahun Baru Hijriyah, Kulik Sejarah Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW 

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20240708 WA0007

Kisah persembunyian Rasulullah SAW di dalam gua tsur ini kemudian menjadi sebuah salah satu petistiwa epik atau bersejarah. Salah satunya adalah ketika Allah SWT memberikan pertolongan melalui rumah laba-laba yang yang tidak rusak sedangkan jika ada manusia yang masuk dalam gua, seharusnya rumah laba-laba terputus.

Para pengejar yaitu para pemuda Quraisy, tidak yakin Rasulullah dan Abu Bakar berada dalam gua. Mereka berkata, “Kalau keduanya memasuki gua, sarang laba-laba ini pastinya putus dan burung merpati ini tentunya sudah terbang” (Dala’il an-Nubuwwah 2/381).

Pada akhirnya, Rasulullah pun berhasil meninggalkan kota Makkah dan bersabda sembari menatap kota Mekah dari kejauhan di atas ketinggian gunung: “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau adalah tanah yang paling disukai oleh Allah, dan paling dimuliakan di sisi Allah, dan tanah yang paling aku cinta. Kalau bukan karena pendudukmu mengusirku maka aku ndak akan meninggalkanmu.” (HR. Tirmizi 3925 & Ibnu Majah 3108).

Perjalanan hijrah pun dilanjutkan dengan menempuh jalur yang tidak biasanya, yaitu melalui selatan Mekah ke arah Yaman lalu ke Tihamah di samping Laut, kemudian ke utara melewati jalanan kasar dan tandus yang belum pernah dilalui manusia dan jauh dari penglihatan manusia, hingga kemudian berhasil menuju Yastrib atau Madinah.

Baca Juga :  Bukan Lagi Soal Bantuan, Tapi Soal Kemauan: Catatan Kritis dari Kupang Timur
  • Bagikan