Ketika seorang anak masih kesulitan membedakan b, d, p, dan q, guru dapat memberikan latihan visual dan pengulangan yang lebih intensif.
Ketika seorang anak sudah mampu mengeja kata sederhana, guru dapat memberikan kesempatan membaca kata dan kalimat sederhana secara bertahap.
Dengan demikian, hasil belajar bukanlah akhir dari pembelajaran. Hasil belajar justru menjadi informasi untuk menentukan langkah pembelajaran berikutnya.
Setiap Anak Memiliki Garis Start yang Berbeda
Pengalaman ini kembali mengajarkan saya bahwa setiap anak memiliki garis start dan kecepatan belajar yang berbeda. Anak yang belum mengenal abjad bukan berarti malas. Anak yang lambat membaca bukan berarti tidak mampu. Anak yang sering salah menyebutkan huruf bukan berarti tidak memiliki masa depan. Bisa jadi, mereka hanya belum menemukan cara belajar yang sesuai. Di sinilah guru dituntut untuk tidak berhenti pada pertanyaan: “Mengapa anak ini belum bisa?”
Kita perlu mengubah pertanyaan itu menjadi: “Apa yang dapat saya lakukan agar anak ini memiliki kesempatan untuk bisa?”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








