Teman Baru Bernama Abjad: Ketika Huruf Menjadi Jalan Menuju Percaya Diri

Kontributor : Marce Taneo Editor: Redaksi
IMG 20260812 WA0006

Mengapa Media Sederhana Bisa Berdampak?

Dari pengalaman selama satu bulan tersebut, saya melihat beberapa hal yang kemungkinan besar membantu proses perubahan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pertama, pembelajaran dilakukan secara bertahap dan berulang. Anak tidak dipaksa menguasai semua huruf dalam satu waktu.

Kedua, huruf dikaitkan dengan gambar dan benda yang dekat dengan kehidupan anak, sehingga simbol yang semula terasa abstrak menjadi lebih mudah dikenali.

Ketiga, anak terlibat secara aktif. Mereka melihat, memegang, menyusun, mencocokkan, menyanyi, dan mencoba.

Keempat, pembelajaran dilakukan dalam suasana yang tidak menakutkan. Kesalahan tidak dijadikan alasan untuk mempermalukan anak.

Kelima, guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap kemajuan kecil.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip bahwa pembelajaran membaca awal membutuhkan pengajaran yang terarah mengenai hubungan antara huruf dan bunyi. National Reading Panel menemukan bahwa pembelajaran fonik yang sistematis membantu anak memahami hubungan tersebut dan menggunakannya dalam membaca serta mengeja. ([NICHD][1])

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Ketika Kelas Terlalu Diam: Mengubah Pembelajaran Pasif Menjadi Aktif dan Menyenangkan
  • Bagikan