William mengingatkan agar lulusan sosiologi tidak menjadi kelompok yang tergantikan oleh otomasi teknologi.
Sebaliknya, lulusan diharapkan mampu menjadi pihak yang memahami konsekuensi sosial dari teknologi dan ikut mengarahkan pemanfaatannya.
“Lulusan sosiologi kita jangan sampai tergantikan oleh AI, tetapi justru menjadi pengarah AI agar lebih berpihak pada keadilan sosial,” katanya.
Penggunaan AI dalam lingkungan perguruan tinggi juga membutuhkan aturan etika yang jelas.
Mahasiswa dan akademisi perlu memahami batas antara menggunakan teknologi sebagai alat bantu dengan menyerahkan seluruh proses berpikir kepada mesin.
Ruang diskusi, membaca mandiri, penelitian, dan proses argumentasi akademik tetap diperlukan.
Dalam konteks tersebut, penerapan OBE dapat menjadi instrumen untuk memastikan mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuan dan capaian yang benar-benar mereka miliki.
AI dapat digunakan untuk membantu proses, tetapi kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan mempertanggungjawabkan hasil tetap menjadi bagian penting.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
