Dari Absen Digital hingga Gerakan Menulis Esai, Apris Manafe Berupaya Mengubah Wajah Pendidikan di TTS

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
IMG 20260704 WA0012

“Sekarang guru-guru jauh lebih disiplin. Permintaan izin terlambat sudah sangat berkurang karena semua berusaha hadir tepat waktu. Budaya kerja di sekolah menjadi lebih tertib sehingga proses belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal,” tambah Semi.

Menurutnya, perubahan tersebut bukan semata-mata karena adanya sistem absensi digital, tetapi juga karena tumbuhnya kesadaran bersama bahwa disiplin merupakan bagian dari tanggung jawab dan profesionalisme seorang pendidik.

Kisah-Kisah Perubahan yang Mengundang Senyum

Di balik kebijakan tersebut, muncul pula berbagai kisah menarik yang kini menjadi cerita sehari-hari di kalangan guru.

Seorang guru sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang identitasnya disamarkan menceritakan pengalamannya mengenai seorang tetangganya yang mengajar di salah satu SMP.

Menurutnya, sebelum absensi digital diberlakukan, setiap pagi sekitar pukul 07.00 WITA, tetangganya masih sering terlihat memberi makan ternak. Kadang ia masih duduk santai di teras rumah menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok. Bahkan sesekali ia belum mandi ataupun bersiap menuju sekolah.

  • Bagikan
Exit mobile version