Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian
KUPANG, SNC – Ketika bencana gempa bumi mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026, Universitas Nusa Cendana (Undana) tidak memilih untuk hanya menyaksikan dari lingkungan kampus.
Sebanyak 20 personel diberangkatkan menuju wilayah terdampak dalam misi kemanusiaan tahap pertama. Mereka membawa bantuan sekaligus pengetahuan yang akan digunakan untuk membaca kondisi masyarakat di lapangan.
Bagi Undana, langkah tersebut merupakan wujud nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan dan menghasilkan penelitian. Kampus juga memiliki tanggung jawab sosial ketika masyarakat berada dalam situasi krisis.
Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., saat melepas tim di Lobi Rektorat Undana, mengingatkan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana.
“Duka itu memang terjadi dan kita semua merasakannya. Dalam suasana bencana, kita harus saling bergandengan tangan,” kata Rudi.
Pesan tersebut menjadi dasar dari keberangkatan tim yang dirancang bukan sebagai aksi bantuan sesaat, melainkan bagian dari rangkaian respons Undana terhadap bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
