Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana kurban ditempatkan sebagai instrumen pembelajaran sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang plural. Nilai universal seperti berbagi dan kepedulian menjadi titik temu yang mampu mempererat hubungan antarwarga kampus lintas agama dan budaya.
Dalam konteks itu, “Undana Berkurban” menjadi contoh konkret implementasi moderasi beragama di lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan keagamaan tidak hanya dipahami sebagai ritual internal umat tertentu, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan dan harmoni sosial.
Menjangkau Mereka yang Membutuhkan
Aspek penting lainnya dari kegiatan ini adalah distribusi manfaat yang dirancang tepat sasaran. Panitia menargetkan penyaluran antara 400 hingga 500 paket daging kurban kepada kelompok yang selama ini berperan penting dalam aktivitas kampus maupun masyarakat sekitar.
Penerima manfaat meliputi petugas keamanan kampus, tenaga kebersihan, pengemudi, mahasiswa, serta kelompok masyarakat rentan. Pada tahap awal, sebanyak 165 paket telah berhasil disalurkan secara langsung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









