Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Literasi Kepemimpinan Pendidikan, Kadis PK TTS Gerakkan Kepala Sekolah Menulis Esai

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
IMG 20260323 233747

Menurut Apris Manafe, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat angka-angka hasil asesmen semata. Diperlukan keberanian untuk membaca realitas yang terjadi di lapangan, memahami akar persoalan, serta merancang langkah-langkah perubahan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Di balik setiap angka hasil asesmen terdapat cerita, tantangan, dan persoalan yang berbeda-beda di setiap sekolah. Karena itu, kepala sekolah perlu diberi ruang untuk membaca persoalan tersebut secara mendalam, merefleksikannya, lalu menuliskan solusi yang dapat dilakukan bersama demi meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin pembelajaran yang memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perubahan di sekolah. Karena itu, kemampuan membaca data, melakukan refleksi, dan menulis gagasan menjadi bagian penting dalam kepemimpinan pendidikan yang efektif.

Melalui gerakan menulis esai ini, para kepala sekolah tidak hanya diminta melaporkan berbagai program yang telah dilaksanakan, tetapi juga melakukan evaluasi kritis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sekolah. Mulai dari rendahnya budaya baca peserta didik, keterbatasan bahan bacaan, kemampuan numerasi yang masih rendah, kondisi sarana dan prasarana, kualitas pembelajaran, hingga faktor lingkungan sosial yang memengaruhi hasil belajar siswa.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat dan BLT Kesra, Bukti Nyata Komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat
  • Bagikan