Dukungan terhadap terobosan tersebut datang dari berbagai kalangan, termasuk Kepala SMP Negeri Nunuh Posmanu, Jemrif Nome, S.Pd., M.Pd.
Menurut Jemrif, kebijakan yang diinisiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS merupakan langkah yang sangat tepat dan bahkan menjadi sesuatu yang baru dalam sejarah pengelolaan pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
“Menurut saya, ini adalah terobosan yang sangat luar biasa. Selama ini kepala sekolah sering disibukkan dengan berbagai urusan administrasi, tetapi melalui gerakan ini kami diajak untuk duduk membaca data, melihat kondisi sekolah secara jujur, dan membedah rapor mutu satuan pendidikan masing-masing. Ini sesuatu yang baru terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Jemrif.
Ia menilai bahwa kegiatan menulis esai akan mendorong para kepala sekolah untuk lebih dekat dengan data dan kondisi nyata sekolah. Dengan demikian, setiap program yang dirancang dapat benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik dan sekolah.
“Ketika seseorang mulai menulis, ia akan dipaksa berpikir lebih dalam, membaca data lebih teliti, dan melihat persoalan secara lebih objektif. Karena itu saya yakin gerakan ini akan membantu para kepala sekolah memahami kondisi riil sekolahnya sekaligus menemukan solusi yang lebih tepat untuk perbaikan ke depan,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









