Nony berharap, melalui kolaborasi yang kembali dibangun pada tahun 2026 ini, guru dan murid SMA Negeri Fautmolo tidak berhenti pada pengalaman menghasilkan satu buku. Mereka diharapkan terus mengembangkan kemampuan, menggali ide, dan menuangkan gagasan melalui berbagai karya tulis.
Baginya, semakin banyak guru dan murid yang berani menulis, semakin banyak pula pengalaman, pemikiran, dan gagasan yang dapat dibagikan kepada masyarakat.
Budaya literasi, menurutnya, tidak dapat tumbuh hanya melalui perintah membaca dan menulis. Budaya itu harus dibangun melalui praktik, pendampingan, keteladanan, dan kesempatan yang diberikan secara berkelanjutan.
Menumbuhkan Harapan dari Sekolah yang Terus Bertumbuh
Kisah SMA Negeri Fautmolo memberikan gambaran bahwa usia sekolah yang relatif muda bukanlah alasan untuk membatasi mimpi dan pencapaian. Dengan kepemimpinan yang terbuka terhadap kolaborasi, sebuah sekolah dapat menghadirkan kesempatan belajar yang lebih luas, bahkan melampaui batas-batas ruang kelas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








