Nony Kabu memilih untuk tidak hanya melihat apa yang belum dimiliki sekolahnya, tetapi juga menggali potensi yang telah ada pada guru dan murid. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki gagasan, setiap guru memiliki pengalaman, dan keduanya membutuhkan ruang untuk mengubah potensi tersebut menjadi karya.
Buku Offline Sejenak menjadi salah satu bukti dari keyakinan itu. Sebuah karya yang lahir melalui proses panjang, kolaborasi berbagai pihak, dan keberanian guru serta murid untuk memulai.
Sementara itu, kegiatan In House Training pada 23–24 Oktober 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga agar semangat tersebut tidak berhenti setelah satu buku diterbitkan. Ada komitmen untuk terus mendampingi, memperluas pengalaman belajar, dan menumbuhkan keberanian berkarya di lingkungan sekolah.
Pengalaman Derti dan teman-temannya juga menjadi pengingat bahwa sebuah kesempatan sederhana dapat meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Melihat nama sendiri tercetak dalam sebuah buku mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi mereka, itulah bukti bahwa mereka mampu, bahwa gagasan mereka berharga, dan bahwa karya mereka layak mendapatkan ruang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








