Terbitnya buku tersebut menjadi pencapaian yang istimewa bagi SMA Negeri Fautmolo. Bukan semata-mata karena berhasil menghasilkan sebuah buku, melainkan karena di balik setiap tulisan terdapat proses belajar, keberanian mencoba, dan pengalaman berharga yang mungkin sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh para penulis muda tersebut.
Bagi sejumlah murid, melihat nama sendiri tercantum dalam sebuah buku merupakan pengalaman pertama yang membanggakan. Mereka mulai menyadari bahwa gagasan yang selama ini hanya tersimpan dalam pikiran ternyata memiliki nilai ketika dituangkan menjadi sebuah karya.
Offline Sejenak pun menjadi lebih dari sekadar kumpulan cerita. Buku tersebut menjadi jejak awal perjalanan literasi SMA Negeri Fautmolo sekaligus bukti bahwa keterbatasan pengalaman bukanlah penghalang untuk berkarya ketika kesempatan dan pendampingan diberikan.
Ketika Nama Murid Tercetak Menjadi Kebanggaan
Salah satu kebanggaan terbesar dari kolaborasi tersebut dirasakan oleh Derti dan beberapa teman lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








