Tak Sekadar Membaca, Dinas Arpus TTS Ajak Murid Bangun Budaya Literasi

Kontributor : L . A Editor: Redaksi
IMG 20260926 WA0009

Setelah pernyataan tersebut, narasumber RELIMA Perpusnas RI Kabupaten TTS, Lefinus Asbanu, S.Pd., menekankan bahwa membangun budaya literasi di sekolah tidak cukup hanya dengan menyediakan buku atau membuat pojok baca.

Menurut Lefinus, yang jauh lebih penting adalah bagaimana buku benar-benar dibaca dan aktivitas membaca menjadi kebiasaan yang hidup di tengah warga sekolah.

“Literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca saja. Anak-anak perlu diberi ruang untuk membaca, memahami apa yang dibaca, kemudian berani menyampaikan kembali apa yang mereka temukan,” kata Lefinus.

Ia juga mendorong agar kebiasaan membaca berjalan beriringan dengan aktivitas menulis.

Menurutnya, membaca membuka pengetahuan, sedangkan menulis menjadi salah satu cara bagi murid untuk mengolah dan meninggalkan jejak dari apa yang telah mereka baca dan pelajari.

“Anak membaca untuk tahu, tetapi anak juga perlu menulis agar apa yang diketahui tidak hilang begitu saja,” ujarnya.

Sementara itu, Sepry Payon selaku moderator memandu jalannya sosialisasi agar kegiatan berlangsung interaktif. Para murid diberi ruang untuk mengikuti materi, menyampaikan tanggapan, dan terlibat dalam berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.

  • Bagikan
Exit mobile version