Diskusi juga menyorot tanggung jawab platform teknologi dan pembuat kebijakan untuk menghadirkan produk yang lebih etis—misalnya desain yang mengurangi elemen adiktif, transparansi algoritma, dan mekanisme perlindungan data yang lebih kuat. Namun, perubahan teknologi yang pesat mendorong pesan tegas dari Tamara: “Perubahan struktural butuh kolaborasi—pemerintah, sekolah, orang tua, dan generasi muda harus duduk bersama membangun aturan main.”
Akhirnya, Sharing GEN Z malam itu menunjukkan satu hal penting: generasi muda tidak pasif menerima teknologi; mereka ingin paham, berdaya, dan dilindungi. Tantangan ke depan bukan hanya menghadirkan gadget yang lebih canggih, tetapi menyiapkan masyarakat yang lebih cerdas secara digital—mampu memaksimalkan manfaat teknologi sekaligus meminimalkan risikonya. Perjalanan literasi digital, seperti yang disepakati peserta, adalah proses panjang yang memerlukan komitmen kolektif.
Catatan: Diskusi ini menegaskan bahwa upaya meningkatkan literasi digital harus diperlakukan sebagai prioritas pendidikan publik—bukan sekadar program insidental—agar teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan, bukan sumber kerentanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








