Dari pemetaan tersebut, setiap wilayah diharapkan dapat memiliki komoditas unggulan yang dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.
Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian HKTI TTS antara lain kelapa, kemiri, kakao, alpukat, nangka, asam, mangga, jeruk Soe, pinang, pala, lada, serta berbagai tanaman perkebunan lainnya.
Pengembangan komoditas tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga tutupan lahan dan menciptakan sumber pendapatan jangka panjang bagi keluarga petani.
“Kami ingin penanaman tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setiap wilayah harus memiliki komoditas unggulan, pendampingan budidaya, kepastian pasar, dan target peningkatan pendapatan petani yang dapat diukur,” kata Thofilus di Kupang.
Tidak Berhenti pada Produksi
Bagi Phil, persoalan pertanian tidak selesai ketika petani berhasil memanen.
Hasil produksi harus memiliki pasar dan memberikan nilai ekonomi yang layak bagi petani.
Karena itu, penguatan akses pasar menjadi salah satu agenda penting HKTI TTS dalam lima tahun mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








