Karena itu, HKTI TTS akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemerintah kecamatan dan desa, Dinas Pertanian Kabupaten TTS, serta Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pemetaan potensi.
Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan komoditas prioritas dan bentuk intervensi yang dibutuhkan masing-masing wilayah.
“Jangan semua wilayah diperlakukan sama. Setiap wilayah memiliki potensi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, program harus dimulai dari data,” ujarnya.
Alsintan dan Pupuk Jadi Perhatian
Selain perkebunan dan hortikultura, HKTI TTS juga akan mendorong penguatan tanaman pangan, termasuk padi dan jagung.
Ketersediaan alat dan mesin pertanian menjadi salah satu perhatian karena dapat membantu mengurangi biaya kerja, mempercepat proses tanam dan panen, serta meningkatkan produktivitas.
Persoalan pupuk bersubsidi juga menjadi perhatian
Phil menyambut arah kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani sebagai bagian penting pembangunan nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








