Thofilus Fallo Bawa Agenda Baru HKTI TTS: Ekonomi Hijau, Komoditas Unggulan, dan Pasar Petani

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
IMG 20260919 110148

Untuk kebutuhan jangka pendek dan menengah, HKTI TTS juga akan mendorong pengembangan hortikultura, seperti aneka sayuran, pepaya, pisang, mangga, semangka, melon, tomat, bawang putih, dan bawang merah.

Produksi pangan lokal tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional, pelaku usaha, koperasi, serta peluang rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini sejalan dengan arah HKTI NTT yang menempatkan integrasi produksi petani lokal dengan program pangan dan gizi sebagai salah satu peluang pengembangan pertanian di daerah.

Namun, Phil menegaskan peluang tersebut membutuhkan kesiapan dari sisi produksi, kualitas, volume, jadwal pasokan, tata kelola, serta kemitraan yang adil.

Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi pihak yang memproduksi bahan pangan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari rantai pasok tersebut.

Program Harus Berangkat dari Data

Phil menilai pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk semua wilayah.

Karakter lahan, sumber air, jenis tanaman, kemampuan produksi, hingga akses pasar setiap kecamatan dan desa berbeda.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Pj. Bupati Kupang Pastikan Kualitas Ujian: Kunjungi SD Inpres Nitneo dan SMP Negeri 4
  • Bagikan