Selain itu, Relawan Kompak, Iskandar Wutun, menyampaikan pentingnya mengarsipkan nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu. Menurutnya, generasi muda harus menjadi penjaga cerita-cerita keberagaman yang selama ini hanya dituturkan secara lisan. “Hari ini adalah tugas kita untuk mengarsipkan nilai-nilai toleransi dan menjadikannya warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Iskandar.
Tantangan dan Peluang di NTT
NTT, dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang tinggi, memiliki tantangan tersendiri dalam merawat keberagaman. Namun, Winston melihat ini sebagai peluang besar bagi NTT untuk menjadi contoh nasional dalam hal toleransi dan kebhinekaan.
“NTT memiliki potensi besar untuk menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. Kita harus menjaga keberagaman ini dengan baik, dan pendidikan adalah salah satu cara paling efektif untuk melakukannya,” kata Winston.
Dia juga berharap bahwa inisiatif Sekolah Keberagaman yang dimulai di Kupang dapat diperluas ke seluruh NTT, bahkan Indonesia. Menurutnya, pendidikan keberagaman harus menjadi agenda prioritas di seluruh provinsi untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh dengan pemahaman yang kuat tentang pentingnya toleransi dan persatuan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








