Sei-news.com, Kupang Timur – Di tengah gersangnya kepercayaan publik terhadap pemimpin yang sering kali terlihat jauh dari rakyat, sebuah pemandangan berbeda terjadi di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ia layani.
Dalam momen Panen Raya di area Bendungan Leter-T, Aurum hadir tanpa protokoler berlebihan. Ia tidak berdiri di atas panggung dengan mikrofon di tangan, tetapi duduk bersila di atas tikar sederhana bersama ibu-ibu petani, menikmati jagung rebus sambil berbincang santai. Pemandangan ini bukan hanya langka, tetapi juga simbolik: sekat antara kekuasaan dan rakyat diruntuhkan.
Bagi banyak petani yang hadir, kehadiran Aurum bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan terhadap kerja keras mereka. “Biasanya pejabat datang dan langsung pergi. Tapi Nona Aurum lain. Dia mau dengar kami punya cerita,” ujar Ibu Yuliana, seorang petani yang matanya berkaca-kaca saat menceritakan pengalamannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








